Rabu, 08 September 2010

Marrionette

Gelap, gelap sekali disini, dimanakah ini, tampat apakah ini..
siapa dia....(tercekat)..Dia...Dia...

KRINGGKRIINGG....alaram jam membangunkanku, kulihat jamyang teletak dimeja itu , dan kumatikan alaramnya. "Gawat udah jam 7 kurang,, harus cepet nih, masa anak baru mau telat dihari pertamanya"sambil bergumam menggerutu menyalahkan mimpinya yang kurang jelas ia langsung menaggalkan bajunya dan bergegas mandi, hanya butuh 10 menit untuknya berbenah diri, dengan setengah lari Marrionette menuruni tangga dan "Sialan hampir aja aku jatuh, maaahhh, paaahhh aku berangkat."Belum Sempat orang tuanya menyuruhya makan, Marrionette sudah kabur dengan sepeda motornya .
Dengan kecepatan yang seperti biasa, 70km/jam Marrionette dapat sampai ke sekolahnya dalam waktu 15 menit, padahal jarak yang ditempuh lumayan jauh. Bel berbunyi tepat saat dia meletakkan motornya di parkiran sekolah,"untung aja nyampe,heheh"Marrionette terkekeh menyadari kemenangannya.
Marrionette kebingungan dan panik mencari ruang kelasnya, XI IPs 1 karena sudah banyak siswa yang masuk kelas tak ada orang yang mau dia tanya, tiba tiba ada anak co yang dengan santainya berjalan dihadapan Marrionette. Reaksi dari kepanikan yang berlebih Marrionette pun setengah berteriak kepada orang itu,"Hei kamu yang barusan jalan(Marrionette menghampirinya), mau tanya, kelas XI IPS1 dimana?". Anak lelaki itu hanya menatapnya ekspresi datar dan melanjutkan jalannya tanpa berkata apapun,"Heeeyyy, aku tanya ma kamu, denger gak sih???"marionette berteriak pada anak itu dan mengikutinya berjalan. dan pada satu ruang dipojok gedung sekolah tiba-tiba anak lelaki itu berhenti dan menatap pintu ruang kelas itu,"kenapa berhenti?? mau njawab pertanyaanku?ceeepeet aku dah telat nii"kata marrionette panik, anak itu hanya menyuruh Marrionette masuk ke ruangan itu hanya dengan isyarat mata, dan ketika Marrionette melihat bagian atas pintu ruang itu, dia barusadar kalo ruang itu adalah kelasnya, marrionette langsung masuk tanpa mengucapkan apapun pada anak laki-laki itu.

Setelah istirahat pertama Marrionette baaru menyadari bahwa ia belum mengucapakan terima kasih kepada anak lelaki itu, namanya pun Marrionette tidak mengetahuinya.
hari itu berjalan dengan lancar kecuali pada awal sekolah. tapi okelah kalo begitu.

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar